May 2020

Thursday, May 14, 2020

Panduan Menanam Temulawak Hingga Panen


Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan temulawak, pasalnya temulawak merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang sangat populer di Indonesia. Temulawak memang tergolong sebagai tanaman herbal karena memiliki kandungan berbagai jenis zat yang memilki khasiat sangat baik bagi kesehatan tubuh, hal tersebut tentu saja menjadikan temulawak sering digunakan sebagai jamu tradisional maupun dijadikan sebagai bahan campuran untuk membuat berbagai macam obat di dalam industri farmasi.

Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa temulawak merupakan tanaman berakar rimpang dan berbatang semu yang berasal dari suku zingiberaceae, tanaman temulawak bisa tumbuh hingga ketinggian dua meter dengan batangnya yang berwarna hijau atau cokelat, sedangkan rimpangnya memiliki warna cokelat kemerahan hingga hijau gelap. Besarnya manfaat temulawak menjadikan permintaannya di pasaran selalu tinggi sehingga membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya, berikut ini akan kami berikan panduan menanam temulawak.

Panduan Menanam Temulawak Hingga Panen


1. Proses Pembibitan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum menanam temulawak adalah proses pembibitan, Anda bisa mendapatkan bibit temulawak dari rimpang induk yang berukuran besar dan telah mencapai usia 10 hingga 12 bulan. Potonglah rimpang tersebut menjadi tiga bagian yang masing - masing bagian memiliki paling tidak dua mata tunas, setelah itu jemurlah bibit di bawah sinar matahari.

2. Menyiapkan Media Tanam 


Hal kedua yang harus Anda lakukan dalam usaha budidaya temulawak adalah menyiapkan media tanamnya, Anda bisa menggunakan media tanam berupa polybag ataupun pot kecil yang telah diisi dengan tanah dan kompos dengan komposisi 1:1. Tanah yang digunakan sebagai media tanam temulawak tentu saja haruslah tanah subur yang telah digemburkan terlebih dahulu.

3. Proses Penanaman

Setelah rimpang yang akan dijadikan bibit dijemur, Anda harus memotong rimpang tersebut terlebih dahulu menjadi berukuran kurang lebih 10 cm. Setelah itu tancapkanlah rimpang temulawak tersebut ke dalam media tanam, Anda harus memastikan bahwa mata tunas menghadap ke atas agar bisa tumbuh, kemudian tutuplah kembali dengan tanah dan berilah sedikit air untuk menjaga kelembapan.

4. Perawatan Temulawak

Perawatan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan karena akan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman temulawak. Proses perawatan tanaman temulawak bisa dibagi menjadi beberapa kegiatan di antaranya adalah melakukan penyiraman secara rutin minimal dua kali dalam sehari pada pagi dan sore, melakukan penyulaman, membuang gulma yang berada di sekitar tanaman temulawak, serta melakukan pemupukan ulang.

5. Pemanenan Temulawak 

Setelah merawat tanaman temulawak, kini tibalah saatnya Anda menikmati hasil jerih payah dengan melakukan pemanenan. Pada umumnya, tanaman temulawak sudah bisa dipanen jika usianya telah mencapai 8 hingga 10 bulan. Proses pemanenan temulawak juga tidaklah sulit untuk dilakukan, Anda bisa membongkar tanah dan mengambil rimpang temulawak yang siap dipanen serta membersihkannya dari tanah. 

Bagi Anda yang merasa tertarik untuk melakukan budidaya tanaman temulawak, maka tidak ada salahnya jika Anda mengikuti panduan yang telah diberikan pada artikel di atas.