Model Bisnis Kanvas Menjadi Strategi Jitu untuk Sukses Lebih Cepat Dalam Berbisnis


Memulai sebuah bisnis baru memang bukan perkara yang mudah. Terlalu banyak ide berbisnis bisa membuat Anda semakin bingung harus mulai dari mana. Oleh sebab itu hal paling pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menuangkan ide – ide bisnis tersebut ke dalam kanvas model bisnis, atau business model canvas. Yang dimaksud dengan kanvas model bisnis satu ini adalah seperti pemikiran yang dikenalkan Alexander Osterwalder di tahun 2008 silam, lewat bukunya “Business Model Ontology”. Dan sejak saat itu juga, kanvas model bisnis tersebut jadi template bagi banyak pelaku bisnis yang baru memulai sebuah bisnis.

Menentukan segmentasi pasar atau consumer segments

Ini merupakan tahap pertama dalam pembuatan kanvas model bisnis dan dianggap yang memiliki peranan cukup penting sekali untuk diketahui pebisnis sebelum memulai berbisnis. Pada segmen tersebut Anda harus menuliskan segmentasi pasar yang Anda targetkan. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab pada segmen ini, contohnya saja siapa sasaran pelanggan bisnismu? Bagaimana karakter mereka? Apa saja yang disukai? Dan lain sebagainya. Semakin detailnya Anda mengidentifikasi karakteristik target pasar Anda maka akan semakin mudah bagi Anda untuk tentukan strategi bisnis selanjutnya.

Menentukan produk atau jasa yang ditawarkan 

Berdasarkan segementasi tadi, Anda bisa menentukan barang atau pun jasa yang paling pas untuk ditawarkan pada target pasar Anda. Jika memang target Anda adalah para remaja, maka Anda bisa tawarkan produk yang sedang digemari oleh mereka. Jika produk fashion, maka pakaian casual akan lebih disukai. Jika produk yang ditawarkan adalah makanan, maka masakan yang memiliki citra rasa serta presentasi unik akan menarik minat mereka. Jika berupa produk elektronik, maka Anda mungkin perlu buat desain produk yang sederhana dan memiliki bentuk lucu.

Menentukan saluran pemasarannya atau channels

Apabila Anda memang ingin menyasar pelanggan berusia 30 tahun ke atas, maka Anda bisa pertimbangkan untuk membangun website untuk jangkau mereka, sebab kelompok usia ini lebih cenderung berhati – hati dalam membeli produk serta menginginkan kemudahan dalam bertransaksi. Jika Anda menyasar remaja, maka social media jadi saluran paling tepat. Sementara itu bagi segmentasi 45 tahun ke atas, Anda bisa pertimbangkan untuk jangkau mereka dengan cara memasang iklan di media konvensional serta membuka toko offline, sebab kelompok usia ini lebih senang datang ke toko secara langsung untuk memilih barang daripada berbelanja via online.

Menentukan cara berhubungan dengan pelanggan atau customer relationship

Di sini Anda bisa merancang caramu berkomunikasi dengan pelanggan. Anda bisa buat hotline khusus untuk menerima komplain, atau pun menanggapi masalah yang sedang dialami pelanggan dalam mengakses produkmu. Anda pun bisa memilih untuk buat email khusus customer service atau pun layanan chatting untuk para pelanggan. Selain hal tersebut, social media bisa jadi sarana paling efektif untuk berinteraksi dengan para pelanggan.
Nah, itulah tadi informasi tentang model bisnis kanvas menjadi strategi jitu untuk sukses lebih cepat dalam berbisnis. Selain hal di atas, juga ada beberapa hal lainnya yang perlu Anda tahu, seperti menentukan sumber pendapatanmu, identifikasi sumber daya yang dimiliki, menentukan aktifitas utama bisnis Anda, identifikasi mitra kuncimu, dan mengatur struktur finansial Anda.

Comments